Obat Mata Anak:
Hari Kamis 03 November 2011 kami menerima email dari Ibu Jane. Beliau telah memenuhi janjinya untuk berbagi cerita tentang perkembangan terapi S Lutena (Super Lutein) pada anak asuh beliau yang telah buta total akibat penyakit mata.
Ketika beliau pesan S Lutena yang kedua kali, kami minta tolong kepada beliau untuk berbagi cerita dengan para pembaca. Beliau berharap testimoni ini bisa menjadi inspirasi kesembuhan dan kesehatan bagi sesama.
Kisah tulus dari beliau adalah ungkapan rasa syukur dan kegembiraan atas kesembuhan yang hampir tak terduga sebelumnya. Bayangkan, hanya dalam waktu 3 hari konsumsi S Lutena, anak asuh beliau sudah bisa berjalan ke dapur tanpa dituntun. Padahal hal tersebut tidak terjadi sebelumnya.
Berikut ini kisah selengkapnya dari Ibu Jane yang dikirim ke email kami. Naskah di bawah ini adalah teks asli beliau tanpa kami kurangi atau tambah. Hanya paragraf saja yang kami rapihkan ulang. (Catatan: Foto mata di atas hanya gambar ilustrasi).
:: Incoming search terms for the article:penyakit mata Bufthalmus,cara pengobatan mata juling dibandung,penyakit mata bufthalmus gambar,gambar mata penyakit bufthalmus,Penyakit bufthalmus,pengobatan mata silinder di bandung,pencegahan dan pengobatan bufthalmus,dampak jika katarak sudah terlalu matang,banyak kasus operasi mata (katarak) yang gagal sekitar,bagaimana membeli s lutein

Katarak (Cataract) adalah penyakit mata penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Gejalanya lensa mata seperti berselaput, berawan, atau keruh sehingga sinar tidak bisa masuk dan penglihatan menjadi kabur.
Penyakit Katarak Penyebab Kebutaan: Pada 2020, diperkirakan penderita Penyakit mata Katarak dan kebutaan meningkat dua kali lipat. Padahal, 75 persen kebutaan
Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan kabut pada lensa mata. Lensa mata normal transparan dan mengandung banyak air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel-sel baru pada lensa akan selalu terbentuk, banyak faktor yang menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirim melalui saraf optik ke otak. Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Katarak kebanyakan muncul pada usia lanjut. Data statistik menunjukkan bahwa lebih dari 90% orang berusia di atas 65 tahun menderita katarak. Sekitar 55% orang berusia 75— 85 tahun daya penglihatannya berkurang akibat katarak. Walaupun sebenarnya dapat diobati, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia.
Jakarta, Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan lensa mata yang keruh dan berkabut. Lensa mata normal berwarna transparan dan berisi banyak air sehingga cahaya dapat menembus dengan mudah. Lensa yang tidak keruh tidak dapat meneruskan cahaya ke retina untuk diproses oleh saraf penglihatan menuju otak.