Obat Penyakit Mata, Penyakit Kanker, Obat Diabetes yang aman dan berkhasiat hanya di naturallyplusherbal.com. Kami melayani pesan antar dengan garansi sampai tujuan.

NATURALLY PLUS

SUPER LUTEIN & IZUMIO

RAHASIA SEHAT BANGSA JEPANG

Super Lutein Naturally Plus telah dikonsumsi oleh lebih dari 1,4 juta orang . Selain menjadi OBAT ALTERNATIF untuk berbagai penyakit berat, Super Lutein juga telah menjadi OBAT ANTI KANKER NO. 1 di Jepang. Telah dinobatkan sebagai no. 1 suplemen paling laris & paling terkenal. Omset tahunan Super Lutein mencapai USD 350 juta. Sebuah angka yang sangat fantastis untuk penjualan produk kesehatan …….

Jika lebih dari 1,4 juta orang telah konsumsi Super Lutein ini, apakah Anda masih ragu dengan KEAMPUHAN & KEAJAIBAN SUPER LUTEIN dalam mengatasi berbagai penyakit berat? Jika omset tahunan dari Super Lutein mencapai lebih dari USD 350 juta, apakah Anda masih bimbang dengan PELUANG EMAS PRODUK INI?

20 menit setelah dikonsumsi, Super Lutein akan diserap oleh sistem pencernaan.

40 menit setelah dikonsumsi, Super Lutein akan diserap oleh mata.

Konsumsi 3 kapsul Super Lutein setara dengan 5 porsi sayuran & 4 porsi buah-buahan dengan 6 macam warna (merah, kuning, oranye, hijau gelap)

Bayangkan…….

Bisakah anda dalam sehari konsumsi 5 porsi sayuran & 4 porsi buah-buahan? Alangkah repot dan ribetnya hidup ini……

Tetapi dengan Super Lutein Naturally Plus, anda cukup minum 3 kapsul saja! Dan kebutuhan nutrisi tubuh anda sudah terpenuhi. Efek terapi obat herbal ini pun akan bekerja di tubuh anda.

 

:: Hidup Sehat & Umur Panjang Rahasia Bangsa Jepang

“Orang Indonesia umur 50 tahun saja sudah tidak berdaya, bahkan tulang-tulang keropos. Berbeda dengan masyarakat Jepang, meskipun usianya telah menginjak 70 tahun namun tetap produktif dan ingatannya masih baik,” kata Ketua Pusat Studi Kedokteran Anti Penuaan FK Universitas Udayana, Prof.Dr.dr Wimpie Pangkahila.

Saat ini, salah satu hal yang membuat penasaran banyak pakar kesehatan adalah fakta bahwa rata-rata orang Jepang memiliki umur lebih panjang dibanding bangsa (penduduk) negara lain.

Menurut Prof.Dr. Darwin Karyadi (Guru Besar Ilmu Gizi IPB Bogor), rata-rata pria Jepang dapat mencapai umur 76,35 tahun dan wanitanya 82,84 tahun. Bandingkan dengan orang Swiss yang rata-rata pria 74,10 tahun dan wanita 80,90 tahun. Sedangkan orang Amerika hanya 72,30 tahun pada pria dan wanita 79,10 tahun.

Sejak Perang Dunia II hingga sekarang, bangsa Jepang telah memperpanjang rentang umur penduduknya hingga lebih dari 25 tahun. Menurut para peneliti dari The National Institute of Health and Nutrition, Dr Kazuo Kondo dan kawan-kawan, ada tiga faktor dominan yang mempengaruhi. Dua faktor terpenting sebagai berikut:

Faktor pertama adalah pola makan orang Jepang, yang bila dilihat dari segi gizi makro terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat dengan komposisi 15 persen, 25 persen, dan 58 persen dari energi total (sekitar 2.023 kalori per kapita).

 

Peran Antioksidan

Faktor kedua yang juga mempengaruhi adalah peranan antioksidan yang tercukupi dalam pola konsumsi sehari-hari masyarakat Jepang. Zat-zat antioksidan banyak terdapat dalam menu makanan masyarakat Jepang seperti sayur, buah, atau minuman seperti teh hijau yang banyak mengandung polifenol dan katecin.

Efek antioksidan dari vitamin E, vitamin C, dan beta karoten dapat menangkal terjadinya oksidasi LDL (low density lipoprotein) yang dapat memacu terjadinya proses penyempitan pembuluh darah (atherosklerosis). Zat antioksidan yang dapat menangkal senyawa radikal bebas, membantu menurunkan risiko terkena penyakit degeneratif.

Beberapa publikasi kedokteran melaporkan kaitan teori radikal bebas dengan kurang lebih 60 macam penyakit degeneratif menahun seperti jantung koroner, kanker, proses penuaan dan lainnya. Ternyata khasiat antioksidan banyak ditemukan dalam senyawa zat-zat bioaktif fitokimia yang dikandung oleh rempah-rempah dan bumbu tradisional seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit serta bahan makanan tradisional lain seperti tempe dan tahu.

Tempe misalnya, mengandung isoflavon dan superoksidismutase (SOD) yang sangat potensial sebagai antioksidan. Profesor Charles Hennekens dari Harvard Medical School, Amerika, melalui meta-analisis studi-studi epidemologi membuktikan, seseorang yang mengkonsumsi vitamin antioksidan (vitamin E, vitamin C, dan beta karoten) berisiko 20-40 persen lebih rendah terkena penyakit jantung koroner. (Prof.Dr. Darwin Karyadi, Guru Besar Ilmu Gizi IPB Bogor).

Belajar dari Bangsa Jepang

Berbeda dengan bangsa Jepang, rata-rata umur orang Indonesia hanya 65 tahun. Seperti di ungkapkanProf.Dr.dr Wimpie Pangkahila di atas, orang Indonesia baru berusia 50 tahun saja fisiknya sudah banyak yang tidak sehat, alias sakit-sakitan.

 

DAFTAR SEKARANG

:: Incoming search terms for the article:
Super Lutein,umur rata-rata orang indonesia,Pamulangbisnis@yahoo com,penyakit mata diabetic,obat untuk penyakit mata,obat penyakit glukoma mata,obat kanker dari IPB,manfaat lutein,kapsul super lutein,kanker mata,KANGKER MATA,buah buahan obat diabets
Obat Penyakit Mata | Obat Penyakit Kanker | Obat Penyakit Diabetes